Belum Seutuhnya Merdeka
Hari ini
indonesia berduka, padahal baru saja merayakan hari kelahirannya, euforianya
saja masih terasa. Tapi miris segelintir masyarakatnya sulit sekali
mengimplementasikan teori toleransi. Aku tak ingin berkomentar lebih jauh
mengenai permasalahan yang terjadi, karena kasus hari ini masih dibawah
penyelidikan yang berwenang semoga masalah ini bisa diselesaikan secara damai
dan secepatnya sesuai hukum yang berlaku. Lagi, soal perbedaan. Mereka yang
memberi gelar dirinya kaum nasionalis, meneriakkan "Aku Cinta
Indonesia" harusnya faham cara menghargai keberagaman. Inilah keunikan
negeri kita, dikaruniai begitu banyak warna, dan semuanya disatukan oleh
merah-putih. Begitu seharusnya. Tapi masih ada saja yang membuat kotak-kotak,
mencaci maki, menjelekkan,bersikap rasisme, mendiskriminasi yang berbeda dari
mereka. Padahal semua memiliki ciri khas yang menjadi keunggulan negeri ini.
Apakah negara ini sudah merdeka? belum!. Kita dijajah oleh bangsa kita sendiri,
golongan kita sendiri. Jangankan berbeda suku, satu agama yang berbeda cara
beribadah saja seringkali jadi alasan perdebatan. Mana implementasi mata
pelajaran pendidikan kewarganegaraan?, nilai sempurna yang dibubuhkan guru di
kertas ulangan apa sekadar hiasan?, hanya hafalan kemudian dilupakan?. Kita bersaudara,
kita bernafas di negara yang sama, kita bertahan hidup diatas tanah yang sama,
detik ini berjanjilah untuk belajar dan akan terus belajar memanusiakan manusia
terutama kawan sebangsa karena aset terbesar negara kita adalah persatuan
indonesia.

Komentar
Posting Komentar